Rabu, 10 April 2013

Orang-orang yang banyak menganggur dalam hidup ini, biasanya akan menjadi penebar isu dan desas desus yang tak bermanfaat. Itu karena akal pikiran mereka selalu melayang-layang tak tahu arah. Dan,

{Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang.} (QS. At-Taubah: 87)

Saat paling berbahaya bagi akal adalah manakala pemiliknya menganggur dan tak berbuat apa-apa. Orang seperti itu, ibarat mobil yang berjalan dengan kecepatan tinggi tanpa sopir, akan mudah oleng ke kanan dan ke kiri.

Bila pada suatu hari Anda mendapatkan diri Anda menganggur tanpa kegiatan, bersiaplah untuk bersedih, gundah, dan cemas! Sebab, dalam keadaan kosong itulah pikiran Anda akan menerawang ke mana-mana; mulai dari mengingat kegelapan masa lalu, menyesali kesialan masa kini, hingga mencemaskan kelamnya masa depan yang belum tentu Anda alami. Dan itu, membuat akal pikiran Anda tak terkendali dan mudah lepas kontrol. Maka dari itu, saya nasehatkan kepada Anda dan diriku sendiri bahwa mengerjakan amalan-amalan yang bermanfaat adalah lebih baik daripada terlarut dalam kekosongan yang membinasakan. Singkatnya, membiarkan diri dalam kekosongan itu sama halnya dengan bunuh diri dan merusak tubuh dengan narkoba.

Waktu kosong itu tak ubahnya dengan siksaan halus ala penjara Cina; meletakkan si narapidana di bawah pipa air yang hanya dapat meneteskan air satu tetes setiap menit selama bertahun-tahun. Dan dalam masa penantian yang panjang itulah, biasanya seorang napi akan menjadi stress dan gila.

Berhenti dari kesibukan itu kelengahan, dan waktu kosong adalah pencuri yang culas. Adapun akal Anda, tak lain merupakan mangsa empuk yang siap dicabik-cabik oleh ganasnya terkaman kedua hal tadi; kelengahan dan si "pencuri".

Karena itu bangkitlah sekarang juga. Kerjakan shalat, baca buku, bertasbih, mengkaji, menulis, merapikan meja kerja, merapikan kamar, atau berbuatlah sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain untuk mengusir kekosongan itu! Ini, karena aku ingin mengingatkan Anda agar tidak berhenti sejenak pun dari melakukan sesuatu yang bermanfaat.

Bunuhlah setiap waktu kosong dengan 'pisau' kesibukan! Dengan cara itu, dokter-dokter dunia akan berani menjamin bahwa Anda telah mencapai 50% dari kebahagiaan. Lihatlah para petani, nelayan, dan para kuli bangunan! Mereka dengan ceria mendendangkan lagu-lagu seperti burung-burung di alam bebas. Mereka tidak seperti Anda yang tidur di atas ranjang empuk, tetapi selalu gelisah dan menyeka air mata kesedihan.

(MD/2013)
Sang Pencipta dan Pemberi rezeki Yang Maha Mulia, acapkali mendapat cacian dan cercaan dari orang-orang pandir yang tak berakal. Maka, apalagi saya, Anda dan kita sebagai manusia yang selalu terpeleset dan salah. Dalam hidup ini, terutama jika Anda seseorang yang selalu memberi, memperbaiki, mempengaruhi dan berusaha membangun, makaAnda akan selalu menjumpai kritikan-kritikan yang pedas dan pahit. Mungkin pula, sesekali Anda akan mendapat cemoohan dan hinaan dari orang lain.

Dan mereka, tidak akan pernah diam mengkritik Anda sebelum Anda masuk ke dalam liang bumi, menaiki tangga ke langit, dan berpisah dengan mereka. Adapun bila Anda masih berada di tengah-tengah mereka, maka akan selalu ada perbuatan mereka yang membuat Anda bersedih dan meneteskan air mata, atau membuat tempat tidur Anda selalu terasa gerah.

Perlu diingat, orang yang duduk di atas tanah tak akan pernah jatuh, dan manusia tidak akan pernah menendang anjing yang sudah mati. Adapun mereka, marah dan kesal kepada Anda adalah karena mungkin Anda mengungguli mereka dalam hal kebaikan, keilmuan, tindak tanduk, atau harta. Jelasnya, Anda di mata mereka adalah orang berdosa yang tak terampuni sampai Anda melepaskan semua karunia dan nikmat Allah yang pada diri Anda, atau sampai Anda meninggalkan semua sifat terpuji dan nilai-nilai luhur yang selama ini Anda pegang teguh. Dan menjadi orang yang bodoh, pandir dan tolol adalah yang mereka inginkan dari diri Anda.

Oleh sebab itu, waspadalah terhadap apa yang mereka katakan. Kuatkan jiwa untuk mendengar kritikan, cemoohan dan hinaan mereka. Bersikaplah laksana batu cadas; tetap kokoh berdiri meski diterpa butiran-butiran salju yang menderanya setiap saat, dan ia justru semakin kokoh karenanya. Artinya, jika Anda merasa terusik dan terpengaruh oleh kritikan atau cemoohan mereka, berarti Anda telah meluluskan keinginan mereka untuk mengotori dan mencemarkan kehidupan Anda. Padahal, yang terbaik adalah menjawab atau merespon kritikan mereka dengan menunjukkan akhlak yang baik. Acuhkan saja mereka, dan jangan pernah merasa tertekan oleh setiap upadaya mereka untuk menjatuhkan Anda. Sebab, kritikan mereka yang menyakitkan itu pada hakekatnya merupakan ungkapan penghormatan untuk Anda. Yakni, semakin tinggi derajat dan posisi yang Anda duduki, maka akan semakin pedas pula kritikan itu.

Betapapun, Anda akan kesulitan membungkam mulut mereka dan menahan gerakan lidah mereka. Yang Anda mampu adalah hanya mengubur dalam-dalam setiap kritikan mereka, mengabaikan solah polah mereka pada Anda, dan cukup mengomentari setiap perkataan mereka sebagaimana yang diperintahkan Allah,

{Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahanmu itu."} (QS. Ali 'Imran: 119)

Bahkan, Anda juga dapat 'menyumpal' mulut mereka dengan 'potongan-potongan daging' agar diam seribu bahasa dengan cara memperbanyak keutamaan, memperbaiki akhlak, dan meluruskan setiap kesalahan Anda. Dan bila Anda ingin diterima oleh semua pihak, dicintai semua orang, dan terhindar dari cela, berarti Anda telah menginginkan sesuatu yang mustahii terjadi dan mengangankan sesuatu yang terlalu jauh untuk diwujudkan.

(MD/2013)

Selasa, 09 April 2013

Kaki seekor anak gajah diikat pada pasak yang ditanam dalam tanah. Akibatnya, anak gajah tidak bias bergerak bebas. Ia berusaha memutuskan tali tambangnya. Namun tambang yang digunakan terlalu kuat baginya dan tidak mungkin ia putuskan. Akhirnya, anak gajah ini menyadari bahwa ia tidak mampu memutuskan tali itu. Ia juga menyadari bahwa dirinya harus terus berada di tempat itu. Dan, hanya dapat pergi sejauh panjangnya tali tambang yang mengikatnya.

Anak gajah itu kian lama semakin besar. Beratnya pun mencapai 5 ton. Sehingga-sebenarnya-dalam kondisi seperti ini, ia mampu memutuskan tali yang menjeratnya sejak kecil. Namun, ia tidak berusaha untuk memutuskannya karena sepengetahuannya, ia tidak mampu memutuskannya waktu kecil. Dengan cara inilah, manusia dapat mengikat gajah terbesar di dunia sekalipun dengan mudah.

Mungkin ini dapat menjadi pelajaran bagi kita. Semoga kita tidak terbelenggu dalam lingkaran keputusasaandan frustasi. Pasalnya, sesuatu yang selemah tambang kecil pun mampu mengikat gajah yang besar.

Tali yang membelenggu itu hanyalah sebentuk keyakinan dan gambaran yang tertanam dalam diri sejak kecil. Jika cerita tadi menggambarkan kondisi kita, sebenarnya kita bias memutuskan belenggu keputusasaan dan frustasi itu.

Bagaimana… ?

Berikut ini tiga poin yang dapat kita tempuh.

  1. Kita dapat mengambil pelajaran dari kisah orang-orang yang berpikiran positif, sehingga kita tahu kemampuan yang kita miliki untuk mewujudkan keinginan kita. Kita juga tahu apa yang harus dilakukan untuk mencapai keinginan kita tersebut. Kita juga tahu cita-cita yang ingin kita raih.
  2. Kita juga dapat membuat gambaran-gambaran positif dalam diri kita. Sehingga gambaran-gambaran ini mempengaruhi kemampuan dan aktivitas kita.
  3. Secara sederhana kita dapat merubah tingkah laku kita.

Dengan tiga cara ini, kita dapat melepaskan diri dari ikatan using. Oleh karena itu, berusahalah memutuskan ikatan-ikatan itu sehingga kita tidak bodoh seperti gajah.

(MD/2013)
Ketika Anda terjatuh, bangkitlah sendiri. Jangan pernah menunggu orang lain mengulurkan tangannya untuk membantu Anda. Bersihkanlah debu-debu yang mengotori pakaian Anda, kumpulkanlah kembali bekal Anda yang berserakan, pakailah alas kaki Anda dan lanjutkanlah perjalanan Anda. Perjalanan Anda belum berakhir.

Ketika Anda terjatuh, bangkitlah sendiri. Kegagalan tidak berarti dunia ini berakhir. Sebab, ketika Anda mau mencari, Anda pasti akan menemukan banyak sekali hal-hal baik dan indah di dunia ini, yang layak untuk Anda tapaki dari awal.

Ketika Anda terjatuh, bangkitlah sendiri. Tiuplah lilin-lilin keputusasaan yang bayang-bayangnya menari-nari diatas dinding-dinding kehidupan Anda. Hembuskanlah nafas tkad yang kuat dari diri Anda agar api keputusasaan tidak menyala lagi selamanya.

Ketika Anda terjatuh, bangkitlah sendiri. Tutuplah lembaran sejarah masa lalu kelam, bebaslkanlah diri Anda dari beban kesedihan, agar Anda dapat berlayar lagidiatas tombak pertarungan yang juga ditempuh orang-orang besar melawan kegagalan. Jangan hiraukan ratapan putus asa yang menyurutkan langkah Anda.

Ketika Anda terjatuh, bangkitlah sendiri. Runtuhkanlah pagar-pagar kesedihan yang mengelilingi hati Anda. Ketahuilah, bahwa tekad Anda yang kuat untuk bangkit akan menghancurkannya.

Ketika Anda terjatuh, bangkitlah sendiri. Kebangkitan Anda akan member Anda perasaan menang yang akan mengajarkan kepada Anda untuk selalu bangkit setiap kali Anda terjatuh.

Bangkitlah wahai engkau yang didera puts asa!


  1. Pikiran itu ibarat ladang. Setiap gagfasan yang kita pikirkan dalam waktu yang lama itu laksana menyiram tanaman. Kita hanya akan memetik apa yang kita tanam, baik maupun buruk.
  2. Sesuatu yang membedakan antara seseorang dengan orang lain adalah cara pandang yang benar  terhadap segala sesuatu.
  3. Kekalahan dalam sayu pertempuran seringkali mengajari Anda bagaimana memenangi perang.
  4. Kunci kegagalan adalah mencoba menyenangkan setiap orang yang Anda kenal.
  5. Kesuksesan bukanlah segalanya. Namun tekad untuk sukses itulah segalanya.
  6. Segala sesuatu yang besar dalam kehidupan ini berawal dari satu gagasan yang kecil
  7. Selalu ada jalan terbaik untuk melakukan satu pekerjaan. Kita hanya perlu selalu berusaha untuk menemukan jalan itu.
  8. Kerja yang bagus jauh lebih baik daripada omongan yang bagus.
  9. Ketika Anda menyalahkan orang lain, sesungguhnya Anda tengah memberikan kekuatan pada mereka untuk mengalahkan Anda. Karena itu, berhentilah menyalahkan orang lain dan bertanggungjawablah atas kehidupan Anda sendiri
  10. Ketika Anda mempekerjakan orang-orang yang lebih pandai dari Anda, lalu Anda berhasil meraih tujuan, berarti Anda lebih pandai dari mereka.
  11. Kebahagiaan terbesar dalam hidup adalah ketika Anda berhasil mewujudkan apa yang dinilai orang lain bahwa Anda tidak bias mewujudkannya.
  12. Seseorang tidak akan bias berkembang selama ia tidak pernah mencoba sesuatu yang tidak biasa ia kerjakan.
  13. Keberuntungan dalam kehidupan ini adalah perpaduan antara persiapan yang baik dan kesempatan yang melintas.
  14. Mereka yang keluar sebagai pemenang adalah mereka yang tabah dan sabar.
  15. Senjata yang paling efektif yang dimiliki seseorang adalah waktu dan kesabaran.
  16. Seseorang semestinya tidak berusaha untuk menjadi orang yang sukses. Namun ia harus selalu berusaha untuk menjadi orang yang bernilai. Setelah itu barulah kesuksesan akan datang dengan sendirinya.
  17. Banyak sekali keputusan penting yang harus diambil meskipun sulit dan membuat orang lain marah.
  18. Berdebat dengan orang bodoh adalah suatu kerugian besar. Sebab tidak mudah orang mengakui kesalahan mereka.
  19. Pohon yang berbuah lebat adalah pohon yang banyak dilempari batu.
  20. Orang yang tidak pernah berbuat, tidak pernah salah.

JENDELA ILMU ISLAM © 2013 | Powered by Blogger | Blogger Template by DesignCart.org